Categories: Educare, News, Program

by reni juliani

Share

Categories: Educare, News, Program
WhatsApp Image 2026 09 21 at 14.22.19 (1)

Makassar, September 2026 – Bagi Andi Syamsuriadi, pendidikan anak merupakan bagian dari perjuangan yang selalu ia upayakan di tengah keterbatasan ekonomi keluarga. Selama bertahun-tahun, ia berusaha memastikan ketiga anaknya mendapatkan kesempatan untuk menempuh pendidikan.

Perjalanan tersebut turut mendapat dukungan melalui Beasiswa Keluarga Kalla, program Educare LAZ Hadji Kalla yang menemani pendidikan salah satu anaknya sejak kelas 2 sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

Andi merupakan pensiunan Koperasi Karyawan Hadji Kalla yang mulai bekerja pada November 2011 dan memasuki masa pensiun pada 2024. Selama lebih dari satu dekade, penghasilannya menjadi sumber utama untuk memenuhi kebutuhan seorang istri dan tiga anak.

Dengan penghasilan yang terbatas, membiayai pendidikan anak sekaligus memenuhi kebutuhan keluarga menjadi tantangan yang ia jalani dengan penuh tanggung jawab dan rasa syukur.

“Penghasilan saya memang tidak seberapa. Untuk menghidupi tiga anak dan satu istri sampai pensiun terasa berat. Tapi namanya tanggung jawab, harus kita jalani dengan ikhlas dan selalu bersyukur dengan apa yang kita dapatkan,” tutur Andi.

Kesempatan kemudian hadir ketika anaknya menjadi penerima Beasiswa Keluarga Kalla sejak kelas 2 Sekolah Dasar (SD). Dukungan tersebut terus berlanjut melewati berbagai jenjang pendidikan hingga sang anak memasuki perguruan tinggi.

Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, ia melanjutkan kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Lembaga Pendidikan Indonesia Makassar (STIM LPI) dan tercatat sebagai penerima beasiswa hingga semester kedua.

Bagi Andi, keberlanjutan dukungan tersebut menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi keluarganya. Bukan hanya membantu meringankan beban biaya pendidikan, beasiswa juga menjadi penyemangat bagi anaknya untuk terus belajar dan berprestasi.

“Saya selalu ingatkan, beasiswa ini bukan sekadar karena orang tua berpenghasilan terbatas, tetapi juga karena dia berprestasi. Jadi kesempatan ini harus dijaga dengan belajar yang baik dan sungguh-sungguh,” ujarnya.

Namun, perjalanan pendidikan di perguruan tinggi kemudian mengambil arah yang berbeda. Setelah menjalani perkuliahan hingga semester kedua di STIM LPI Makassar, sang anak dinyatakan diterima untuk mengikuti pendidikan TNI.

Kondisi tersebut membuat masa penerimaan Beasiswa Keluarga Kalla berakhir, karena ia tidak lagi melanjutkan perkuliahan. Ia memilih melanjutkan langkah melalui jalur pengabdian sebagai prajurit TNI.

Program Officer Educare LAZ Hadji Kalla, Ria Supratman, melihat perjalanan tersebut sebagai salah satu gambaran bahwa dampak program pendidikan dapat hadir dalam bentuk yang beragam.

“Kami tentu ikut bangga ketika melihat penerima beasiswa mampu berkembang dan memiliki kesempatan untuk melanjutkan cita-citanya. Beasiswa Keluarga Kalla telah mendukung pendidikannya sejak SD hingga perguruan tinggi. Ketika kemudian ia diterima menjadi bagian dari TNI dan melanjutkan pendidikan militer, tentu kami melihat itu sebagai bagian dari perjalanan baru yang dipilihnya,” katanya.

Saat ini, anak Andi tengah menjalani pendidikan Diksus/Dikjur Zeni Tempur di Pusdikzi, Bogor. Bagi Andi, perjalanan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri. Dukungan yang dahulu diterima anaknya melalui Beasiswa Keluarga Kalla kini menjadi bagian dari cerita panjang yang mengantarkan sang anak dari bangku sekolah hingga memasuki fase baru sebagai calon prajurit.

“Terima kasih kepada LAZ Hadji Kalla. Beasiswa ini sangat membantu anak saya dari SD sampai perguruan tinggi. Sekarang dia sudah diterima TNI dan sedang mengikuti pendidikan di Bogor. Bagi kami, ini adalah kebanggaan,” tutup Andi.

Untuk info lebih lanjut, hubungi kami :

Email : info@yayasanhadjikalla.or.id

IG, Threads, X : @yayasankalla

FB : yayasanhadji kalla

Kunjungi kami :

Website : www.yayasanhadjikalla.or.id