Categories: Islamic Care, News, Program

by reni juliani

Share

Categories: Islamic Care, News, Program
WhatsApp Image 2026 05 29 at 14.12.49 (1)

Polewali Mandar, Juni 2026 – Program Tebar Qurban Pelosok 2026 menghadirkan kebahagiaan dan harapan baru bagi masyarakat pedalaman Desa Tenggelang, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Kegiatan sosial dan dakwah ini berlangsung pada Rabu (27/5/2026) dengan menyalurkan hewan qurban kepada warga di enam dusun terpencil yang selama ini jarang menikmati pembagian daging qurban secara merata.

Program ini digagas oleh Dai Desa Binaan LAZ Hadji Kalla, Ust. Jumadil Al Fath, S.Pd., SQ., C.MQ., yang bertugas di wilayah tersebut. Melalui pendekatan edukasi kepada masyarakat, kesadaran warga untuk kembali menghidupkan syariat qurban di kampung halaman mulai tumbuh.

“Tahun ini terdapat tiga ekor sapi qurban dari masyarakat setempat sebagai bentuk kebangkitan syiar qurban di desa,” ungkap Ust. Jumadil.

Selain qurban dari masyarakat setempat, dukungan juga datang dari berbagai daerah melalui sosialisasi Program Tebar Qurban Pelosok di media sosial. Para muhsinin dari Makassar, Jawa, hingga Sumatera turut mempercayakan amanah qurbannya untuk disalurkan kepada masyarakat pedalaman Polewali Mandar.

“Dalam waktu singkat, terkumpul delapan ekor kambing qurban yang kemudian disalurkan kepada masyarakat pedalaman yang benar-benar membutuhkan,” lanjutnya.

Menurut Ust. Jumadil, amanah tersebut memiliki makna besar bagi masyarakat Desa Tenggelang. Sebab, wilayah binaan tersebut terdiri atas enam dusun yang berjauhan dengan akses jalan yang cukup berat. Sebagian masyarakat tinggal di daerah perbukitan dan pegunungan dengan kondisi ekonomi yang masih memprihatinkan.

“Masih terdapat rumah-rumah sederhana yang terbuat dari bahan seadanya, serta keterbatasan akses air bersih yang mengharuskan warga berjalan jauh hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Ia menuturkan, pengalaman menyaksikan langsung kehidupan masyarakat pedalaman menjadi pelajaran berharga tentang makna dakwah dan kepedulian sosial. Menurutnya, dakwah tidak hanya dilakukan melalui penyampaian ilmu, tetapi juga melalui kehadiran nyata dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Menyaksikan langsung para ibu memikul air dari sumber yang jauh, melihat kehidupan anak-anak yang tumbuh dalam keterbatasan, membuat kami semakin memahami bahwa dakwah bukan hanya menyampaikan ilmu, tetapi juga menghadirkan kepedulian dan kasih sayang kepada sesama,” tutur Ust. Jumadil.

Melalui Program Tebar Qurban Pelosok 2026, kebahagiaan warga tampak begitu nyata. Banyak masyarakat mengaku baru pertama kali merasakan pembagian daging qurban secara merata di wilayah mereka.

“Program ini bukan sekadar penyembelihan hewan qurban, tetapi menjadi sarana mempererat ukhuwah, menghadirkan kebahagiaan, serta menumbuhkan harapan bagi masyarakat yang selama ini jarang tersentuh bantuan,” kata salah satu tokoh masyarakat desa Tenggelang, Dedi.

Ust. Jumadil juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan menyukseskan program tersebut. Ia berharap setiap amanah qurban yang disalurkan dapat menjadi amal kebaikan yang diterima di sisi Allah SWT.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh muhsinin yang telah mempercayakan qurbannya melalui Program Tebar Qurban Pelosok. Semoga Allah menerima amal ibadah qurban mereka dan melipatgandakan pahala kebaikannya,” ucapnya.

 

Untuk info lebih lanjut, hubungi kami :

Email : info@yayasanhadjikalla.or.id

IG, Threads, X : @yayasankalla

FB : yayasanhadji kalla

Kunjungi kami :

Website : www.yayasanhadjikalla.or.id