by reni juliani

Share

WhatsApp Image 2026 09 08 at 13.30.42

Parigi Moutong, September 2026 — Desa Bainaa Barat & Desa Ambason Mekar adalah 2 desa yang bertetangga di Kecamatan Tinombo Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah. Kedua desa ini merupakan hasil pemekaran secara bertahap dari satu desa, yakni Desa Baina’a Kecamatan Tinombo Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah.

Pemekaran pertama, melalui Perda Kabupaten Parigi Moutong No.5 Tahun 2007 : sebagian wilayah Desa Baina’a  dimekarkan menjadi Desa Bainaa Barat. Kemudian pada tahun 2011, DPRD Kabupaten Parigi Moutong mengesahkan pemekaran sebagian wilayah Desa Bainaa lainnya menjadi Desa Ambason Mekar melalui Perda No.03 Tahun 2011.

Kedua desa tersebut sejak tahun 2025 hingga saat ini merupakan 2 desa dari 3 desa binaan LAZ Hadji Kalla di Provinsi Sulawesi Tengah. Artinya selama kurun waktu 2 tahun terakhir, LAZ Hadji Kalla intens menjalankan program-program pemberdayaan masyarakat melalui program andalannya, Desa Bangkit Sejahtera.

Walaupun letak kedua desa saling bersebelahan, namun kondisi geografisnya relatif jauh berbeda. Desa Ambason Mekar yang aksesibilitasnya lebih mudah ,topografinya lebih beragam, karena terdiri dari 20% dataran, 15% lautan, 20% perbukitan dan 45% pegunungan. Sementara Desa Bainaa Barat yang tingkat keterisolasiannya lebih tinggi, memiliki topografi berupa, 15% dataran, 20% perbukitan dan 65% pegunungan.

Field Facilitator DBS LAZ Hadji Kalla, Bustan Hasan yang ditugaskan di Desa Ambason Mekar memprakarsai program pemberdayaan ekonomi untuk kelompok nelayan.Karena profesi nelayan di desa ini bukan merupakan mata pencaharian utama bagi mayoritas penduduk desa. Sehingga belum pernah mendapatkan bantuan ataupun fasilitas dari instansi terkait untuk kebutuhan mereka.Untuk itu, Bustan memprakarsai menyediakan fasilitas Rumpon atau Rumah Ikan untuk kelompok nelayan binaannya sebagai kelompok penerima manfaat program.

Rumpon pertama disiapkan di tahun 2025, untuk 4 orang nelayan yang disatukan dalam satu kelompok binaan. Rumpon ini dipasang di tengah laut dengan jarak 5,3 mil dari bibir Pantai Ambason. Rumpon terdiri dari 3 buah jangkar yang ditanam di dalam laut dan berfungsi sebagai penahan rumpon. Kemudian rakit rumpon dibuat dari bambu yang diikat dengan 15 bal tali rumpon dan terakhir gara-gara(atap rumpon) dibuat dari pelepah daun kelapa.

Sementara di tahun 2026, Bustan kembali menginisiasi membuat rumpon yang kedua untuk kelompok nelayan penerima manfaat kedua. Kali ini, kualitas rumpon ditingkatkan dengan mengganti rakit rumpon berbahan kayu jati dan menambahkan lampu tenaga surya untuk penerangan di rumpon kedua. Rumpon kedua ini dipasang sejauh 7 mil atau sekitar 13 km dari bibir pantai Desa Ambason Mekar.

Hasilnya, 2 kelompok nelayan binaan LAZ Hadji Kalla,yang masing-masing terdiri dari 4 orang nelayan meningkat penghasilannya secara signifikan sejak adanya rumpon tersebut. Jika sebelumnya para nelayan mendapatkan penghasilan rata-rata sebulan Rp.500.000,- dari menangkap ikan, maka setelah adanya rumpon penghasilan mereka meningkat menjadi Rp.1.000.000,- sampai dengan Rp.1.500.000,-/bulan sesuai dengan kondisi laut pada saat menangkap ikan.

“ Alasan kami memprakarasai pengadaan rumpon untuk kelompok nelayan desa ini,karena dari hasil obeservasi yang saya lakukan di awal tahun 2025, kelompok nelayan yang ada di desa ini memerlukan bantuan fasilitas yang memudahkan mereka dalam menangkap ikan. Jika sebelumnya, waktu yang mereka habiskan untuk mencari ikan bisa 3-4 hari setiap kali turun ke laut, menjadi lebih efisien hingga hanya memerlukan waktu 1-2 hari dengan hasil tangkapan yang lebih banyak dari sebelumnya”, kata Bustan.

Sementara itu Ketua Kelompok Nelayan binaan tahun 2026, Ayudin memberi apresiasi dan rasa hormatnya kepada LAZ Hadji Kalla yang telah menyediakan rumpon untuk kelompoknya yang sangat bermanfaat untuk kesejahteraan mereka, khususnya dalam meningkatkan pendapatan mereka dari hasil menangkap ikan.

“Terima kasih untuk LAZ Hadji Kalla atas bantuan Rumpon untuk kelompok kami, semoga LAZ Hadji Kalla semakin sukses dan semakin banyak menebar manfaat di desa-desa terpencil seperti desa kami di waktu mendatang”, ungkapnya.

Sedangkan di Desa Bainaa Barat, Abdul Fatta selaku fasilitator Desa LAZ Hadji Kalla menginisiasi untuk melaksanakan program pemberdayaan  kelompok petani dengan membuat Rumah Penangkaran Kakao di desa tersebut. Karena bibit Kakao termasuk komuditas yang bernilai ekonomi tinggi yang dapat dijadikan sumber penghasilan tambahan untuk para petani di desa ini.

“Kelompok Petani di Desa Bainaa Barat, belum pernah mendapatkan pelatihan produksi benih Kakao dengan teknik sambung pucuk. Sehingga para petani di desa ini sangat antusias dalam mengikuti pelatihan tersebut yang dilaksanakan di awal tahun 2026. Dan ternyata pohon benih hasil sambung pucuk tersebut diminati oleh masyarakat sekitar sehingga menjadi sumber penghasilan baru untuk kelompok petani binaan” ujar Abdul Fatta.

Sejak Bulan April 2026 hingga saat ini, kelompok petani binaan telah memproduksi  5.100 benih pohon Kakao di Rumah Penangkaran dan telah menjual 500 benih pohon dengan harga Rp.12.000 – Rp.15.000 / pohon.

Ketua kelompok petani binaan dan sebagai salah seorang pengelola Rumah Penangkaran Kakao, Ruslan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada LAZ Hadji Kalla

“Terima kasih kepada LAZ Hadji Kalla yang telah banyak memberikan bantuan kepada kami. Mulai dari memberikan pelatihan sambung pucuk, menyiapkan rumah penangkaran, biji Kakao dan lain-lain. Sehingga kami makin mahir memproduksi pohon bibit Kakao lalu menjualnya untuk tambahan penghasilan kami”, ujar Pak Ruslan.

Dengan pencapaian tersebut LAZ Hadji Kalla akan terus berkomitmen untuk menjalankan lebih banyak lagi program pemberdayaan masyarakat di desa-desa terpencil yang dapat membantu kelompok masyarakat penerima manfaat bukan hanya meningkatkan kapabilitas mereka namun juga bermanfaat dari sisi ekonomi karena meningkatkan  pendapatan kelompok masyarakat penerima manfaat.

 

Untuk info lebih lanjut, hubungi kami :

Email : info@yayasanhadjikalla.or.id

IG, Threads, X : @yayasankalla

FB : yayasanhadji kalla

Kunjungi kami :

Website : www.yayasanhadjikalla.or.id